Advertisement

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini
Babak penyisihan grup Liga Champions Eropa akan kembali bergulir minggu ini. Malam nanti akan ada delapan pertandingan di berbagai grup. Salah satu laga itu akan disiarkan SCTV, yakni Barcelona yang akan menjamu Celtic.

Berikut ini jadwal lengkapnya.

Rabu, 14 September 2016:
01:45 Barcelona vs Celtic (siaran langsung SCTV)
Baca: Barcelona vs Celtic, Reuni Luis Suarez dan Brendan Rodgers
01:45 Basel vs Ludogorets Razgrad
01:45 Paris Saint Germain vs Arsenal
01:45 Benfica vs Besiktas
01:45 Dynamo Kyiv vs Napoli
01:45 Manchester City vs Borussia Moenchengladbach
Baca: Man City Lawan Gladbach, Pembuktian De Bruyne Sang Pendobrak
01:45 Bayern Muenchen vs FC Rostov
Baca: Bayern Hadapi Rostov, Ancelotti Tidak Ubah Susunan Tim Utama 
01:45 PSV Eindhoven vs Atletico Madrid.

Sumber m.tempo.co

Man City Lawan Gladbach, Pembuktian De Bruyne Sang Pendobrak

 Man City Lawan Gladbach, Pembuktian De Bruyne Sang Pendobrak
Di Old Trafford, Sabtu lalu, Kevin De Bruyne, 25 tahun, mereguk banyak kegembiraan. Pertama, tentu saja, golnya ke gawang Manchester United yang dijaga David de Gea. Berawal dari kecepatannya merebut bola dari Daley Blind, di lini tengah United, De Bruyne berlari cepat dan akhirnya memaksa kiper Spanyol itu mengambil bola dari gawangnya.

Gol ini menjawab tuduhan Jose Mourinho, manajer Manchester United, yang ketika menangani Chelsea membuang De Bruyne ke Wolfsburg. Alasannya, dia disebut sebagai pemain yang malas.

Nyatanya, De Bruyne tidak malas. Gol kedua Manchester City dalam derby itu kembali lahir dari usahanya. Bola yang ditendangnya mentok gawang, kemudian langsung disambut pemain muda City, Kelechi Iheanacho. Skor pun berubah menjadi 2-0.

Tuan rumah, yang bermain buruk pada babak pertama, hanya bisa menipiskan kekalahan lewat gol Zlatan Ibrahimovic. City pun pulang dengan membawa tiga poin penuh. Selain itu, De Bruyne diganjar penghargaan “man of the match”.

Atas kecemerlangannya ini, tentu De Bruyne, yang dibeli dari Wolfsburg pada musim lalu dengan harga 45 juta pound, menunjuk peran pelatih baru klub itu, Pep Guardiola. "Saya pikir dalam sistem permainannya kali ini, posisi ini merupakan yang terbaik untuk saya," kata De Bruyne sambil menunjuk peran yang diberikan Pep sebagai salah satu pendobrak dalam tim.

Beradaptasi dengan keinginan pelatih baru, seperti yang diakuinya, bukanlah pekerjaan yang mudah. Tak hanya dia, tapi juga kebanyakan pemain di Etihad. Dia mengaku para pemain berusaha dengan keras memenuhi standar yang diminta sang pelatih. "Sepak bola tidak selalu mudah," katanya.

Meski begitu, mereka mampu menunjukkan hasil gemilang. Empat laga yang mereka jalani berakhir dengan kemenangan. Namun, itu bukan hasil akhir. "Bagi kebanyakan dari kami, ini menjadi sebuah permulaan."

Permulaan ini untuk menghapus masa lalu yang tak bagus. Pada musim lalu, City mengalami hal yang sulit. Meski untuk pertama kalinya bisa mencapai babak semifinal Liga Champions, rapor City jeblok di Liga Primer dengan hanya finis di posisi ke-4. "Saya tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada musim lalu."

Kini, dengan kehadiran Pep, perlahan semua berubah. Pep pun mengaku senang atas penampilan City sejauh ini. “Kami telah bermain, meski tidak di semua laga, dalam level yang tinggi. Tentu kami harus meneruskannya,” katanya.

Permulaan yang bagus di kompetisi lokal tak hanya diinginkan skuad The Blue Sky, tapi juga di Liga Champions. Dinihari nanti, City, yang berada di Grup C, akan menjamu tim dari Jerman, Borussia Muenchengladbach.

Muenchengladbach tentu bukan kekuatan yang asing buat Guardiola. Tiga tahun berada di Allianz Arena, ketika menangani Bayern Muenchen, membuat dia fasih betul dengan kekuatan dan kekurangan tim itu.

Meski begitu, laga ini ternyata dianggap oleh Guardiola jauh lebih penting daripada derby yang mereka menangi itu. “Penampilan kami di Liga Primer, sampai sekarang, saya kira oke. Namun, bersaing dengan klub-klub terbaik di Eropa, kami belum bisa dikatakan bisa melakukannya,” katanya.

Pep juga mengaku skuad yang dimilikinya saat ini belum sepenuhnya siap untuk bersaing di Eropa. “Kami belum siap. Kami butuh lini depan yang lebih tajam. Saat ini baru dua bulan kami bersama, tapi kelihatannya lebih baik,” katanya.

Salah satu penyebabnya mungkin adalah munculnya kehebatan dari Kevin De Bruyne, si anak malas yang disebut Jose Mourinho.

Barcelona Vs Celtic, Reuni Luis Suarez dan Brendan Rodgers

 Barcelona Vs Celtic, Reuni Luis Suarez dan Brendan Rodgers
Klub raksasa Spanyol, Barcelona, akan menghadapi klub Skotlandia, Celtic, dalam pertandingan pertamanya di Liga Champions musim ini. Laga di Camp Nou, Rabu dinihari WIB itu, sekaligus akan menjadi reuni antara penyerang Barcelona, Luis Suarez, dan pelatih Celtic, Brendan Rodgers.

Keduanya pernah bekerja sama saat di Liverpool. Dalam polesan Rodgers, Suarez mampu mengukuhkan diri sebagai penyerang yang tajam, meski juga tak lepas dari aksi-aksi kontroversial termasuk menggigit lawan.

Rodgers masih mengagumi ketajaman penyerang asal Uruguay itu. Ia bahkan merasa meski timnya memarkir dua bus dalam laga nanti, belum tentu bisa menghentikan Suarez yang kini memiliki rekan setim yang tak kalah mematikan, Lionel Messi dan Neymar.

"Luis Suarez adalah salah satu pemain terindah yang pernah Anda temui," kata Rodgers. "Ia sangat sederhana, bekerja tak kenal lelah, dan sangat profesional, bahkan super profesional. Ia juga pecinta keluarga yang memberikan hidupnya untuk sepak bola dan keluarganya."

Rodgers merasa beruntung pernah bekerja sama dengan pemain itu selama dua tahun. "Ia luar biasa sebagai pemain, yang terbaik di dunia," kata dia. "Ketika Anda melihat mereka bermain saat ini, Barcelona tak akan sama tanpa Luis Suarez. Seperti semua pemain terbaik di dunia, mereka selalu bisa menemukan ruang."

Sumber tempo.co

Bayern Hadapi Rostov, Ancelotti Tidak Ubah Susunan Tim Utama

Pelatih Carlo Ancelotti ingin menjaga agar perubahan tim dilakukan seminimal mungkin ketika Bayern Muencenh memulai perjalananya di Liga Champions dengan menghadapi pendatang baru dari Rusia, Rostov, pada Rabu dinihari WIB.

Pendahulunya Pep Guardiola banyak merotasi para pemainnya sepanjang tiga musimnya menangani klub itu, namun pria Spanyol itu tidak pernah menjuarai Liga Champions bersama raksasa Bavaria tersebut.

Ancelotti, yang mengambil alih tim pada musim panas ini, mengatakan hanya akan ada sedikit penyesuaian dari saat timnya menang atas Schalke 04 di Liga Jerman pada Jumat.

"Kompetisi dimulai besok dan penting bagi kami untuk memberikan yang terbaik sejak awal," kata pria asal Italia itu kepada para pewarta pada Senin."Saya tidak akan melakukan rotasi besar apapun. Hanya akan ada sejumlah perubahan namun saya belum tahu pemain-pemain yang mana saja."

"Bagi saya ada dua tugas untuk susunan tim," tutur Ancelotti. "Tim harus tetap segar dan tim harus termotivasi."

Bayern menjuarai Liga Jerman pada empat musim terakhir, dan memuncaki klasemen saat ini dengan dua kemenangan dari dua pertandingan.

Kesuksesan lainnya atas Rostov akan membuat Bayern mencatatkan 13 kemenangan kandang beruntun di Liga Champions, melampaui rekor yang ditorehkan Manchster United pada 2006 dan 2008.

Ancelotti tidak akan dapat memainkan pemain sayap Arjen Robben dan bek tengah Jerome Boateng, yang keduanya telah berlatih pada Minggu menyusul kepulihan dari cedera yang menimpa mereka, namun tidak diharapkan untuk bergabung dengan segenap anggota tim sampai pekan depan.

Pemain sayap Kingsley Coman, yang telah pulih dari cederanya, juga tidak akan dapat dimainkan ketika ia mempersiapkan diri untuk kembali tampil di liga pada Sabtu.

Bayern menghuni Grup D di Liga Champions bersama runner up musim lalu Atletico Madrid dan PSV Eindhoven

Sumber m.tempo.co

Labels